Humanistik dalam Pikiran-Pikiran yang Melahirkan Materi

“Managing creativity involves knowing, first, when to exploit the non-rivalries

Nature of ideas and, second, when to assert intellectual property rights and make

One’s ideas-as-products rivalries. These two decision points are the crux of the

Management process.”

The Creative Economy, John Hawkins

                Setiap insan di dunia ini terlahir dengan memiliki potensi kreatif. Namun salah satu kebutuhan mengenai aktualisasi diri yang termasuk dalam kebutuhan sangat tinggi bagi mausia adalah kreativitas. Teori Humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis pada tingkat tinggi. Manusia mempunyai naluri‐naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan salah satunya kebutuhan aktualisasi atau perwujudan diri yang disebut juga “being”, Abraham Maslow (dalam Basuki, 2010).

            Kreativitas sebagai suatu kegiatan yang mendatangkan hasil yang bersiafat; baru, yang diartikan sebagai inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik, dan mengejutkan. Berguna atau useful, yang diartikan sebagai lebih enak, lebih praktis, mempermudah, mendorong, mengembangkan, mendidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil yang baik. Dapat dimengerti atau understandable, yang diartikan hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu, atau sebaliknya peristiwa-peristiwa yang terjadi begitu saja, tak dapat dimengerti, tak dapat diprediksi dan tak dapat diulangi, Campbell (dalam Manguhardjana, 1986).

            Aktivitas produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa merupakan kegiatan ekonomi Kita adalah makhluk sosial dan tentunya tidak akan pernah lepas dari kegiatan ekonomi. Kondisi persaingan perekonomian dalam tatanan dunia mulai begitu ketat, sebagai masyarakat Indonesia kita didorong agar mengeksplor lebih sumber ekonomi alternatif demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu solusi yang efektif adalah Ekonomi kreatif. Mengapa demikian? Ekonomi kreatif memiliki potensi yang sangat besar yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan tidak mengandalkan keahlian saja namun, lebih mengandalkan bakat dan kreativitas sebagai kekayaan intelektual, dan Industri kreatif yang menjadi mesin penggerak dari pemanfaatan kreativitas, keahlian dari individu untuk menciptakan nilai tambah, dan lapangan kerja,

            Input utama dan output utama dalam ekonomi kreatif ada pada ide-ide, jika selama ini kita melihat aktivitas ekonomi yaitu bangun pukul 5 pagi memulai melakukan pekerjaan rutin berulang kali selama bertahun-tahun, baik itu latar tempatnya di lapangan ataukah di pabrik. Ekonomi kreatif ini terdiri dari produksi yang menghasilkan produk kreatif, setiap transaksi tentu memiliki nilai-nilai yang saling melengkapi, antaralain; wujud nilai, kekayaan intelektual nilai fisiknya, maupun platform. Dibebrapa industry yang kita temui seperti industri perangkat lunak digital, nilai properti intelektual bernilai lebih tinggi. Ada beberapa kategori yang termasuk dalam ekonomi kreatif antaralain; dalam bidang (1) arsitektur, (2) desain, (3) film, video dan fotografi, (4) kuliner, (5) kerajinan, (6) mode, (7) musik, (8) penerbitan, (9) permainan interaktif, (10) periklanan, (11) penelitian dan pengembangan, (12) seni rupa, (13) seni pertunjukan, (14) teknologi informasi dan (15) televisi dan radio.

            Peradaban di belahan dunia ketika kita berkelana,saat ini orang-orang ingin menjadi kreatif, setiap kota ingin menjai kreatif, setiap negara ingin dikenal kreatif. Memang sudah saatnya kita mengandalkan soft skill disamping selama ini yang kita andalkan sebatas hard skill. Interpretasi ekonomi kreatif tanpa mengurangi prinsip-prinsip ekonomi kreatif itu sendiri memang berbeda-bedaa tergantung individu masing-masing. Interpretasi saya lebih banyak berdasarkan pada pembuatan individu atau cara individu tersendiri dalam dunianya menciptakan suatu identitas diri, dan melalui itu pula bisnisnya berjalan namun, perlu diakui bahwa keterkaitan antara identitas diri individu belum tentu bisa diterima oleh semua orang, akan tetapi bukan berarti hal tersebut dapat menghambat ekonomi kreatif.

            Mungkin beberapa diantara kita yang bertanya mengenai perbedaan kreativitas dan inovasi, jawabannya tentu beda kreativitas merupakan bagian pada individu dan bersifat subjektif, sedangkan inovasi berbasis kelompok dan objektif. Dikatakan inovasi ketika kita pergi ke suatu komite melalui beberapa tahapan dan akan dilanjutkan bila disetujui, sedangkan kreativitas dapat pindah ke inovasi dan menghasilkan sebuat inovasi.

            Pelaku ekonomi kreatif atau pengsha kreatif ini biasa juga diseut degan creative entrepreneuers, ekonomi kreatif baik komunitas dan non komunitas. Pelaku ekonomi kreatif komunitas semakin hari semakin menunjukkan eksistensinya dan mereka menjadikan media sosial sebagai sistem pendukung, pelaku ekonomi kreatif dalam komunitas umunya saling mengenal diantara komunitas lain disitulah mereka bersinergi, sedangkan pelaku ekonomi kreatif non komunitas sudah berada sejak lama bisa dilhat dari adanya hasil kerajinan dan di kota Makassar sudah begitu terlihat para pelaku ekonomi kreatif baik dari komunitas maupun non komunitas. Bisa dilihat secara langsung belakangan maraknya acara festival music yang memadukan dengan festival makanan. Yang menarik dari festival music tersebut munculnya berbagai macam genre yang lahir yang menurut saya begitu worth untuk didengar apalagi eksistensi band band indie yang makin hari makin memukau. Dalam festival makanan begitu banyak varian minuman kekinian dengan berbagai macam warna, rasa, nama dan packaging. Dahulu minuman sebatas dalam cup namun sekarang tempat minuman mulai dari dot hingga kantong darah pun digunakan. Inilah yang menandakan bahwa ekonomi kreatif ini benar-benar sudah menunjukkan eksistensinya.

            Hadirnya ekonomi kreatif turut serta menghilangkan gender stereotip contohnya dalam komunitas, beberapa komunitas yang mendominasi adalah perempuan tidak hanya sebatas ide namun aksinya yang begitu antusias dan sosok perempuan rata-rata tampil lebih aktif dan enerjik. Semoga dengan adanya ekonomi kreatif ini nilai-nilai humanistik dalam melahirkan materi akan membantu kehidupan urban saat ini namun tidak lepas dari nilai-nilai kreati yang mana tetap mengedepankan nilai dan estetika yang akan dijadikan materi. Maju terus ekonomi kreatif!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s