Indonesiaku, bagaimana dengan merdekamu?

Ada waktunya roh dan tubuhku akan berpisah
Tidak sudi rasanya jika bukan di tanah kelahiranku
Darah ibuku, darahnya, darahku juga
Menetes dari tetesan kotor di ruang yang suci untuk tanah kebanggan

Memiliki dua musim
Musim kebahagiaan dan musim kesedihan
Tempat menenun rindu dan berkeluh kesah dari hari yang resah
Karena… sampai kapanpun Indonesiaku,

Tempat berlindung dihari tua, sampai akhir menutup mata….

______________________________________

17 Agustus 2015, Dirgahayu Indonesiaku!

Raxeira
(n.) In line drawn by sunlight on the floor as it filters through the window

Raxeira-lah yang menyapa pagiku dengan semangat 17-nya dan mengingatkanku tentang kemerdekaan. Aku senang kepada aku
Sebab, tidak seharusnya memikirkan yang mungkin tidak penting menurutmu dalam keadaan baru sadar dari alam bawa sadarmu. Aku harap kau paham maksudku.
Kau tahu apa yang pertama kali terlintas dibenakku? Sebuah kata yang mungkin saja sekali setahun kau teriakkan….“merdeka!” Ya, merdeka.
Mencari arti kata merdeka secara harfiah mudah-mudah saja, tapi ketika ingin menginterpretasikan kata “merdeka” bisa ku katakan sukar, dan ingin ku katakan mereka mungkin bersaudara setanah air dengan kata  “bahagia” betapa sukarnya, kawan.

Bisa kau tarik dalam ke Dianoia mu , diri ini bagaikan dough-nya cinnamon bun yang tadinya tenang dibawah selimut hingga bergelinding menjadi cinnamon bun seutuhnya, bagaimana?  Ya tergulung, coklat menua, untung saja manis. Tba-tiba ingat dengan Homer Simpson “Ah, I’m just a big, toasty cinnamon bun.  I never want to leave this bed.  Uh oh, gotta take a whiz.  Think man, think.  Think, think, think . . . I better get up.” ya persis seperti ini. Baiklah tinggalkan saja tentang cinnamon bun itu kembali lagi tentang merdeka…

Sebuah karya tentang kemerdekaan yang dipengaruhi oleh puisi simbolis dari Arthur Rimbaid tentang tidak adilnya perlakuan terhadap orang tertindas lagu ini bagian besar dari pertunjukan turnya pada tahun 1964, namun ia sempat pensiun dan kembali lagi pada tahun 1987 pada tur dengan The Grateful Dead, Tom Petty, dan Heartbreakers. Kau tahu siapa? Ya, Bob Dylan dengan Chimes Of Freedom

For the lonesome-hearted lovers with too personal a tale An’ for each unharmfull, gentle soul misplaced inside a jail An’ we gazed upon the chimes of freedom flashing.

 

Menggambarkan perjuangan klan Skotlandia untuk membebaskan diri dari penindasan Inggris;  tentang kebebasan dan perlawanan terhadap penindas dan tidak ada tanda-tanda rasisme di dalamnya, Band yang terinspirasi dari film The Man In The Iron Masks siapa lagi kalau bukan Iron Maiden – The Clansman

And I swear to defend
And we’ll fight to the end
And I swear that I’ll never
Be taken alive
And I know that we’ll stand
And we’ll fight for our land
And I swear that my bairns Will be born free

ada yang sedang belajar terbang dan  melanggar bebas mekanisme  sebenarnya menerbangkan pesawat terbang. Gitaris sekaligus pilot dan memiliki jasa dirgantara yang bernama
Intrepid Aviation dia itu David Gilmour Learning To Fly- PINK FLOYD
There’s no sensation to compare with this Suspended animation, a state of blissCan’t keep my mind from the circling skies Tongue-tied and twisted just an earth-bound misfit, I.

jika merdeka itu tanpa pasangan seperti  perspektif laki-laki dari gerakan pembebasan perempuan di lagunya QUEEN- I Want To Break Free

But life still goes on
I can’t get used to, living without, living without, Living without you by my side
I don’t want to live alone, hey God knows, got to make it on my own
So baby can’t you see I’ve got to break free.

Bagian dari The Who Rock Opera Tommy, saat itu ia terjebak di dalam dan Tommy bebas karena ibunya memecahkan cermin. Dia selalu menatap bayangannya dan satu-satunya hal yang dia benar-benar bisa lihat hanya itu. Tommy ingin murid-muridnya untuk mengikutinya ( ” Bagaimana kita bisa mengikuti ? ” ) Dan mengatakan dia Mesias mereka. I’m Free-The Who

If I told you what it takes to reach the highest high You’d laugh and say, “Nothing’s that simple”  But you’ve been told many times before Messiahs pointed to the door No one had the guts to leave the temple

Perihal merdeka, menginterpretasikan mendeka versiku dimana…

Merdeka adalah state of mind

we are all choosers and everything we choose to be the master of their states or be servent of them. By understanding and mastering states we can make our life what we want to be. State of mind explore extraordinary skill from human’s unconscious side and also human can realized, serve different perspective about life, purpose of life and many possibilities.
Jadi, untuk memerdekakan bangsa seharusnya dimulai dari diri kita sendiri. Bagaimana jika pikiran anak muda pada tahun 45 itu tidak merdeka? Tidak mungkin mereka menculik para seniornya dan memaksakan proklamasi Indonesia. Tidak seharusnya menggantungkan kata merdeka pada masa lalu, bukan berarti kita melupakan perjuangan masa lalu namun, merdeka juga tentang saat sekarang tentang bagaimana state of mind kita saat ini untuk memerdekakan kemerdekaan yang kita anggap merdeka.

Ohiya playlist yang menemaniku menulis ini tidak hanya 5 lagu yang baru saja sudah kusebutkan
🎵 I’m a keeper- The Band Perry
🎵 Born Free- Kid Rock
🎵 Where The River Goes – Stone Temple Pilots
🎵 Free As A Bird – The Beatles
🎵 Sensation-The Who
🎵 Stone Free- Jimi Henrix

The remedy is the experience.
this is a dangerous liaison
I says the comedy is that it’s serious this is a strange enough new play on words I say the tragedy is how you’re gonna spend the rest of your nights with the light on so shine the light on all of your friends well, it all amounts to nothing in the end. Jason mraz-the remedy

Ketika lagu itu terputar seketika tersadar kalau di Indonesiaku ini terlalu banyak yang harus di “save” seharusnya diperbanyak “remedy”.

Terlepas dari Proklamasi ada hal yang ingin ku ingatkan yaitu, revolusi sosial. Tanpa revolusi sosial mungkin saja tidak tercipta negara ini dengan satu suara mendukung kemerdekaan.

Dirgahayu Indonesiaku, Maju terus industri kreatif maju terus perkopian Indonesia!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s